Data dan Kinerja Desa Wisata Gabugan 2023–2025
Desa Wisata Gabugan

Data dan Kinerja Desa Wisata Gabugan 2023–2025

17 July 2026 122 dibaca
Beranda Blog Desa Wisata Gabugan Data dan Kinerja Desa Wisata Gabugan 2023–2025
Tanggal Publikasi

17 July 2026

Kategori

Desa Wisata Gabugan

Dibaca

122 kali

Gambaran Perkembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Desa Wisata Gabugan merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlokasi di kawasan lereng Gunung Merapi, Desa Wisata Gabugan mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) yang mengedepankan pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kelestarian lingkungan.

Selama periode 2023 hingga 2025, Desa Wisata Gabugan terus menunjukkan perkembangan yang positif pada berbagai aspek, mulai dari peningkatan pendapatan desa wisata, jumlah kunjungan wisatawan, keterlibatan masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Seluruh capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan desa wisata berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Perkembangan Pendapatan Desa Wisata

Pendapatan Desa Wisata Gabugan mengalami perkembangan yang cukup signifikan selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023 total pendapatan desa wisata tercatat sebesar Rp286.334.000. Seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan berkembangnya berbagai paket wisata, pendapatan meningkat menjadi Rp645.747.000 pada tahun 2024.

Pada tahun 2025 pendapatan tercatat sebesar Rp301.432.000. Perbedaan nilai tersebut dipengaruhi oleh perubahan jumlah kunjungan, aktivitas wisata, serta kondisi pasar pariwisata yang dinamis. Secara keseluruhan, rata-rata pendapatan desa wisata selama periode 2023–2025 mencapai Rp411.171.000 per tahun, yang menunjukkan bahwa sektor pariwisata telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Gabugan.

Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Gabugan menunjukkan tren yang cukup baik. Tahun 2023 tercatat sebanyak 1.270 wisatawan, kemudian meningkat tajam menjadi 3.088 wisatawan pada tahun 2024 sebagai jumlah kunjungan tertinggi selama periode tersebut.

Pada tahun 2025 jumlah kunjungan mencapai 1.171 wisatawan. Secara keseluruhan rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 1.843 orang per tahun, yang menunjukkan bahwa Desa Wisata Gabugan tetap menjadi salah satu destinasi wisata edukasi, budaya, dan pedesaan yang diminati oleh wisatawan sekolah, komunitas, instansi, maupun keluarga.

Sumber Pendapatan Desa Wisata

Pendapatan Desa Wisata Gabugan berasal dari berbagai sektor yang saling mendukung dalam ekosistem pariwisata desa. Beberapa sumber pendapatan utama meliputi:

  • Paket wisata edukasi.
  • Homestay masyarakat.
  • Penyewaan perlengkapan kegiatan.
  • Transportasi wisata.
  • UMKM makanan dan kuliner lokal.
  • UMKM cinderamata.
  • Jasa narasumber atau edukator.
  • Penampilan kesenian tradisional.

Diversifikasi sumber pendapatan tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat karena setiap sektor melibatkan pelaku usaha lokal sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Kontribusi Pendapatan Berdasarkan Sektor

Berdasarkan rata-rata kontribusi pendapatan selama periode 2023–2025, sektor homestay memberikan kontribusi terbesar yaitu sekitar 36% dari total pendapatan desa wisata.

Selanjutnya disusul oleh:

  • UMKM makanan sebesar 25%
  • Pemandu wisata sebesar 17,9%
  • Paket wisata sebesar 10%
  • Penampilan kesenian sebesar 6%
  • Sektor lainnya sebesar 5,1%, meliputi transportasi, parkir, narasumber, dan UMKM cinderamata.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Desa Wisata Gabugan tidak hanya berasal dari satu sektor, melainkan tersebar pada berbagai kelompok masyarakat.

Distribusi Ekonomi kepada Masyarakat

Pengembangan Desa Wisata Gabugan mengutamakan pemerataan manfaat ekonomi melalui keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan wisata.

Masyarakat berperan sebagai:

  • Pemandu wisata.
  • Pengelola homestay.
  • Pelaku UMKM makanan.
  • Pengrajin cinderamata.
  • Narasumber edukasi.
  • Pelaku seni budaya.
  • Penyedia jasa transportasi.

Selama tiga tahun terakhir, tingkat keterlibatan masyarakat terus mengalami perkembangan yang menunjukkan semakin besarnya partisipasi warga dalam pengelolaan desa wisata.

Komitmen terhadap Pelestarian Lingkungan

Sebagai desa wisata berbasis alam, Desa Wisata Gabugan memiliki komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan. Berbagai upaya dilakukan melalui pengelolaan sampah, penggunaan air secara bijaksana, penghijauan, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan wisatawan.

Beberapa capaian yang berhasil dicatat antara lain:

  • Penanaman 300 bibit pohon sebagai bagian dari program penghijauan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Desa Wisata Gabugan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kelestarian lingkungan.

Distribusi Pengetahuan kepada Masyarakat

Desa Wisata Gabugan tidak hanya berorientasi pada kegiatan wisata, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat.

Berbagai pelatihan, pendampingan, dan kegiatan berbagi pengalaman dilakukan kepada kelompok masyarakat seperti:

  • Pemandu wisata.
  • Pelaku UMKM makanan.
  • Pengrajin cinderamata.
  • Pengelola homestay.
  • Penyedia jasa transportasi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat sehingga kualitas pelayanan wisata terus berkembang sesuai kebutuhan wisatawan.

Pelatihan dan Pendampingan

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama Desa Wisata Gabugan. Berbagai pelatihan telah dilaksanakan, antara lain:

  • Pengelolaan desa wisata.
  • Pengembangan UMKM.
  • Pemanduan wisata.
  • Pelatihan pelayanan wisata.
  • Pengelolaan homestay.
  • Pemasaran digital.
  • Pengembangan ekonomi kreatif.
  • Penguatan kelembagaan desa wisata.

Melalui program pelatihan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan baru yang mampu meningkatkan daya saing desa wisata.

Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Seluruh program yang dijalankan Desa Wisata Gabugan turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan:

  • SDG 1 – Tanpa Kemiskinan.
  • SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
  • SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
  • SDG 15 – Menjaga Ekosistem Daratan.
  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, Desa Wisata Gabugan berupaya menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Penutup

Data dan Kinerja Desa Wisata Gabugan periode 2023–2025 menunjukkan bahwa pengelolaan desa wisata mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan pendapatan, peningkatan kunjungan wisatawan, berkembangnya UMKM, keterlibatan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bukti bahwa pariwisata dapat menjadi instrumen pembangunan desa yang berkelanjutan.

Ke depan, Desa Wisata Gabugan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif, autentik, dan berkelanjutan bagi setiap pengunjung. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Desa Wisata Gabugan optimis menjadi desa wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkesinambungan.

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini kepada teman, keluarga atau rekan perjalanan Anda.

AI Avatar

Mas Pandu

Asisten AI Desa Wisata Gabugan